Sunday, August 23, 2020

Banyuwangi - Bali Day 6 : 26 DEC 2019 (Ubud, Penglipuran, Besakih)

Sekitar jam 7.30 kita keluar hotel, spot pertama yang dituju Tegalalang Rice Field Ubud, perjalanan hanya 20 menit dari penginapan, disini kita hanya sebentar foto2 dan balik lagi ke mobil, nothing special karena sawahnya sebagian sudah dipanen dan sebagian lagi siap panen jadi hamparannya kurang hijau.
Tegalalang Rice Fields

Perjalanan dilanjutkan ke Istana Kepresidenan Tampak Siring, sampai sini ternyata zonk, ternyata kita tidak boleh masuk ke dalam, jika ingin berkunjung harus membuat surat ijin 1 minggu sebelumnya, kecewa karena baca review di google map tidak ada yang mengarahkan kalau harus buat surat ijin, akhirnya kitapun mutar balik ke spot berikutnya, di google map pun saya tambahkan review jika harus ijin dahulu agar tidak ada orang yang zonk seperti kami.

Spot berikutnya kita ke desa wisata Penglipuran, tidak ada tiket masuk, hanya biaya parkir sebesar 15,000. Desa ini ditata sedemikian rupa sehingga nyaman dan cantik untuk dikunjungi, desanya pun bersih, hanya ada 1 jalan lurus dari bawah ke atas +/- 500 meter yang diujung atasnya terdapat pura, ada puluhan rumah2 penduduk di kanan kiri yang bangunan pintu masuknya dibuat mirip, jadi seperti masuk dilingkungan cluster perumahan, bedanya disini tidak ada kendaraan yang boleh masuk dan bangunan rumah di kanan kirinya bercorak khas Bali, setiap rumah rata-rata menyediakan beragam hasil kerajinan tangan mulai dari tas rotan, pajangan dan pakaian untuk dijadikan cinderamata, cukup bagus konsepnya dengan memberdayakan perekonomian warga lokal, barang yang ditawarkan pun jauh lebih murah dibandingkan jika beli oleh2/cinderamata di pusat kota, ditambah bisa dilakukan negosiasi ala emak2 😀




Desa Penglipuran

Setelah puas berkeliling, kita pun keluar dari desa dan mencari makan siang, cari lokasi di google map untuk makan siang halal, diarahkan ke kota Bangli dimana terdapat rumah makan muslim khas ngawi, akhirnya kita makan disana dilanjutkan dengan sholat Dhuhur dijamak Ashar di masjid sebelah rumah makan, oh ya saat itu sedang ada sholat gerhana matahari cincin di masjid tersebut.

Waktu masih menunjukkan pukul 14.00, sesuai jadwal seharusnya kita sudah kembali ke penginapan, karena masih siang akhirnya kita lanjutkan ke Pura Besakih, seharusnya jadwalnya baru akan dikunjungi besok.

Sekitar perjalanan 30 menit, tibalah kita di Pura Besakih, kondisi cuaca gerimis, kamipun menyewa payung, jarak antara parkiran dengan pura lumayan jauh, namun gratis naik ojek untuk ke pura nya (sekali jalan) harga tiket udah termasuk ojek dan pemandu.

Setelah membeli tiket, Alhamdulilah hujan pun mereda, sia2 kita menyewa payung.

Setelah diturunkan oleh tukang ojek tepat dibawah gerbang masuk pura, tiba2 segerombolan ibu2 mengasih sesajian plus dupa, kita bingung buat apa ini karena kami Muslim dan gak perlu gini2an, mereka serempak bilang harus bawa ini untuk menghormati, akhirnya terpaksa diambil dengan harga per pack 10ribu dikali 4 pack.
Lokasi kita kena scam sesaji
Setelah jalan 50 meter dari situ, ada ibu penjual sesaji menanyakan, buat apa bawa sesaji, kan tidak digunakan untuk sembayang, lah kita bingung, akhirnya dijelaskan sama si ibu kalau kita sudah dibohongi, perasaan jengkel penuh kesal timbul kalau kita udah kena scam 🤬 akhirnya sesajinya kita kasihkan ke ibu itu, hal yang kita sesalkan juga guide yang membawa kita (dia salah satu tukang ojeknya) tidak bilang sama sekali, dia setelah turun dari motor si guide langsung ke kantor penjagaan untuk mengecap tiket kita, jadi baru ketemu lagi setelah kita melewati si ibu penjual yang tadi.

Pura Besakih merupakan pura terbesar di Bali, bisa dibilang pura ini merupakan ibu dari semua pura yang ada di Bali, Pura Besakih ini persis dibawah kaki gunung Agung, namun sayang sekali sewaktu kita disana gunung agungnya tertutup kabut tebal jadi tidak bisa difoto dengan bagus.
Pura Besakih
Jika cerah backgroundnya gunung Agung




Setelah semua komplek dijelajahi, kita pun kembali ke arah parkiran, dengan terlebih dahulu mengabadikan para ibu2 pelaku pemaksaan membeli sesaji.

Jalan ke parkiran menurun jadi tidak terasa capek, disepanjang jalan sebelah kanan banyak yang menjual oleh2 mulai dari kerajinan tangan sampai baju2, tips kalau ingin membeli sebaiknya disini karena kalau beli di pusat kota seperti di Krisna dengan barang yang sama jauh lebih murah disini.

Setelah puas belanja, kamipun kembali ke penginapan, ternyata area Ubud Central nya macet luar biasa, tiba di penginapan jam 8 malam dan seperti kemarin sudah ditunggu 4-5 anjing galak 😀 dan kitapun panggil staff penginapan lagi untuk mengamankan anjing2 tersebut 😀
Rute hari ini


Tag : Pura Besakih, Desa Penglipuran, Tegalalang Rice Field



No comments:

Post a Comment