Sunday, August 23, 2020

Banyuwangi - Bali Day 2 : 22 Dec 2019 (Jagir Waterfall, Bansring Underwater, Baluran)

Pagi ini bangun dengan kondisi segar, bersantai di pinggir kolam renang persis dibalkon kamar hotel, namun sayang gunung ijen dan raung sebagai latar belakang tertutup awan tebal, jadi tidak terlihat dengan jelas.
Kolam Renang Hotel El Royal

Setelah sarapan dari hotel, kami langsung segera check out dan bergegas menuju spot pertama hari ini, yakni air terjun jagir di kaki gunung Ijen, driver kami ternyata ganti dengan mas Faiz, satu jam perjalanan tibalah di jagir waterfall, dimana terdapat 3 aliran air terjun, untuk mengaksesnya cukup mudah, setelah masuk dari gerbang sudah terlihat air terjunnya, tidak seperti air terjun di sekitaran puncak atau bogor yang perlu perjuangan untuk mencapainya.
Air Terjun Jagir

Air terjun jagir ini debit airnya cukup deras namun menurut kami biasa saja air terjunnya tidak secantik air terjun yang pernah kami kunjungi, areanya cukup kecil ketika kami tiba pengunjung secara kuantitas tidak terlalu banyak tapi terlihat memenuhi tiap sudut lokasi air terjun.

Disini kami tidak terlalu lama, mungkin hanya sekitar 10 menitan, anak2 dan ibunya tidak begitu antusias, nilai air terjun ini dibandingkan air terjun yang pernah kami kunjungi sekitar 5 scorenya 🙏

Dari situ kami lanjutkan ke spot berikutnya, ke Pantai Bangsring, sebenarnya pantai ini tidak termasuk dalam rencana awal, tapi karena agak kecewa dengan Jagir Waterfall dan kalaupun langsung ke Baluran masih jam 11 pagi, masih kepagian, Baluran bagusnya dikunjungi diatas jam 4 sore tapi masuknya harus sebelum jam 4 karena gerbang masuk ditutup jam 4 sore. Ke Pantai Bangsring ini rekomendasi dari driver kita, disitu kita bisa melakukan snorkling dan tidak perlu naik perahu ke tengah untuk melihat keindahan underwaternya.

Tiba di pantai Bansring jam 11.30 langsung kita sewa peralatan snorkling seharga 30 ribu sepuasnya, saya pesan 2 set untuk saya dan Dzakia. Terumbu karang dan ikan2nya lumayan beragam, dan lokasinya segaja dibuat sebagai lokasi konservasi untuk pemulihan terumbu karang, banyak rumpon2 yang ditempeli terumbu karang baru, beberapa rumpon sudah cukup besar terumbu karangnya. Sebenarnya agak ke tengah ada keramba apung dan naik perahu sekitar 200 meter dari bibir pantai, kami tidak kesana cukup bermain di pinggir pantai dan cukup puas dengan pemandangan underwaternya yang indah. Sayang tidak didokumentasikan dengan karena keenakan snorkling 😀

Setelah puas, kami pun lanjut makan siang di ayam betutu mba Timah, the best ayam betutu di Banyuwangi, 2 kali ke Banyuwangi selalu mampir di resto ini dan selalu bawa ke Jakarta versi bekunya untuk oleh2 dirumah.

Ayam betutu ini dimasak dengan 2 cara, di goreng atau di kuah, bagi penggemar pedas harus mencobanya, karena ayam betutu ini isinya cabai rawit, mungkin 1 porsi ayam betutu bisa 1-2 ons cabai rawitnya, lebay? Buktikan sendiri hehehe...
Ayam Betutu Mba Timah

Kami sempat berpikir kalau harga cabe rawit 1kg diatas 100ribu bisa mahal banget nih ayam betutu, sepertinya dugaan kami akan salah, karena banyuwangi merupakan pusat penghasil cabai rawit terbesar di Indonesia, sepanjang jalan menuju pantai Basring ataupun ke arah Baluran, perkebunan cabai rawit di kanan kiri jalan, hanya cabai rawit, tidak ada cabai lainnya, dan info dari driver tidak pernah ada gejolak harga cabai rawit di sini sehingga mau cabai rawit mahal atau murah harga tidak berubah, harga porsi makannya menurut kami lumayan murah, kami ber 5 (termasuk driver) hanya 215,000 itu udah tambahan 1 porsi ayam buat di share, karena ketagihan makan disini, malamnya pun kami kembali ke resto ini.

Setelah makan kami lanjut ke Taman Nasional Baluran, spot terakhir dan utama di perjalanan ini, dalam perjalanan sempat was was karena cuaca mendadak mendung gelap, dan turun hujan dijalan, Alhamdulilah tiba digerbang TN Baluran cuaca cerah kembali, setelah membayar tiket total 85 ribu (termasuk tiket parkir) kami pun masuk kedalam, dijalan masuknya serasa di negeri jurassic kanan kiri pohon2 kering meranggas ditambah pohon sejenis palem yang tumbuh tinggi seperti kelapa dan semak2 kering, beberapa tempat bongkahan batu hitam cukup banyak, terdapat juga lokasi dimana suasananya cukup berbeda, disini tanaman2 hijau subur tidak pernah kering lokasinya dinamakan evergreen namun mungkin hanya 300 meter saja areanya, selepasnya kembali suasana kering dengan warna coklat emas.
Jalan Masuk Ke Baluran
Jalan di Padang Savanna
Lava Rock Baluran
Padang Ilalang

Hutan Palem

Setelah menempuh kurang lebih 6km sampailah kami di padang savanna luas, dinamakan savanna bekol, disinilah kelompok berbagai macam hewan seperti burung merak, rusa, kerbau, banteng, monyet, lutung, bahkan macan tutul (rare) berkeliaran bebas mencari makan, berhubung kita tiba jam 3an, kondisi masih cukup terik dan panas, hewan2 pun belum terlihat banyak, akhirnya sambil menunggu lebih sore dengan diajak driver ke pantai Bama, pantai diujung TN Baluran, di pantai ini ombak lautnya cukup tenang dan ada mangrove walknya.
Pantai Bama
Pantai Bama
Pantai Bama

Setelah dirasa cukup, akhirnya kamipun kembali ke padang savanna, oh ya selama perjalanan dari gerbang sampai pantai Bama kami pun sempat foto2 dipinggir jalan, banyak spot menarik yang instagrammable.

Setibanya di padang Savanna, benar apa kata driver kondisi sudah mulai mendekati sunset sehingga tidak terlalu panas, dan hewan2 pun sudah pada keluar berkeliaran, pemandangannya cukup menakjubkan hamparan padang savanna dengan background gunung Baluran, berbagai macam gaya foto kita abadikan disini, sampai driver kita pun ikut2an jadi photographer, pemandangan yang didapat luar biasa menakjubkan ditambah cuaca yang cukup bersahabat, oh ya sebagai info waktu terbaik datang kesini pada saat diakhir musim panas, karena padang savanna kering berwarna keemasan, contrast dengan warna langit yang biru cerah, kami beruntung biasanya bulan Desember sudah mulai menghijau, karena kemarau yang cukup panjang, penghijauannya jadi telat 😀
Padang Savanna Baluran
Background Gunung Baluran
Sunset di Baluran
Merakh Hijau
Tanduk Banteng Baluran

Setelah puas, kami pun kembali ke hotel dengan mampir lagi di Ayam Betutu mba Timah untuk makan malam, hari ini kita bermalam di hotel Illira.
View Gunung Ijen & Raung dari hotel Illira

Rute hari ke 2


Tag : Taman Nasional Baluran, Merak Hijau, Banyuwangi, Baluran, Bangsring Underwater, Ayam Betutu mba Timah, Air Terjun Jagir

No comments:

Post a Comment