Sunday, August 23, 2020

Banyuwangi - Bali Day 4 : 24 DEC 2019 (Tanah Lot, Uluwatu)

Hari ini rencana kami akan ke Tanah Lot, GWK dan Uluwatu untuk menyaksikan Kecak Dance. Kita menyewa mobil lepas kunci untuk 5 hari yang langsung dikirim ke hotel.
Kolam Renang Hotel Tusita

Karena perjalanan yang melelahkan kemarin, setelah sholat subuh kami tidur kembali dan bangun agak siang, sekitar jam 8.30 kita berangkat ke Tanah Lot dengan mampir terlebih dahulu sarapan di rumah makan nasi pecel bu Tinuk, RM ini cukup legendaris yang spesial adalah nasi pecel sayurannya dengan bumbu kacangnya yang gurih dan pedas, ada juga yang tidak pedas bagi yang tidak suka, selain pecel, banyak dan bervariasi lauk2 pendampingnya, jadi bagi yang tidak suka nasi pecel bisa pilih lauk/sayur lain.
Pecel Bu Tinuk

Perjalanan dilanjutkan menuju Tanah Lot, musim liburan di Bali kemacetan yang terjadi terutama area kuta luar biasa, jarak ke tanah lot yang hanya 24 KM dari hotel ditempuh dengan waktu 2 jam lebih 😥 akhirnya kita tiba di tanah lot.

Tanah lot ini merupakan komplek pura yang terletak di pinggir pantai, terdapat 2 pura, yang 1 di bukit kecil membentuk pulau kecil jika laut pasang maka tidak bisa dilintasi jalan kaki harus pakai perahu, jika laut lagi surut bisa dilintasi, saat kita tiba laut lagi surut sehingga bisa dilintasi, saat itu juga sedang ada acara keagamaanmelarung sesembahan dan 1 lagi pura diujung bukit bawahnya terbentuk karang bolong.

TANAH LOT

Setelah puas, kami lanjut menuju GWK (Garuda Wisnu Kencana) jam 1 kita sudah bertolak dari Tanah Lot, ternyata jalanan macet luar biasa, sampai daerah jimbaran jam 16.30, ketemu masjid, kita pun sholat dahulu disitu, berhubung waktu sudah sore, kita lewatkan GWK dan lanjut ke Pura Uluwatu untuk menyaksikan sunset dan kecak & fire dance yang sudah kita beli tiketnya untuk jam 18.00.

Namun lagi2 kita telat tiba karena macet luar biasa, tiba di Pura Uluwatu sudah jam 18.25, sempat pasrah tiket kecaknya akan hangus jadi hanya bisa menyaksikan sunset.
Sunset at Pura Uluwatu

Tiba diloket penukaran tiket kecak jam 18.30, Alhamdulilah petugasnya malah menyarankan untuk masuk di show ke2nya yakni jam 19.15 dan tiket tidak hangus, kita pun lega dan bisa tersenyum lebar 😀

Akhirnya show pun dimulai, cerita yang ditampilkan dalam pertunjukan mengenai cerita mahabarata dengan latar penculikan shinta yang akhirnya berhasil diselamatkan oleh Hanoman dan Rama.
Tari Kecak & Fire Dance

Setelah selesai kita pun kembali ke hotel, sempat mampir ke pelataran parkir GWK, GWK nya sendiri sudah tutup karena sudah jam 10 malam, kitapun lanjut ke hotel untuk beristirahat.

Rute Perjalanan hari ini


Tag : Tanah Lot, Uluwatu, Kecak & Fire Dance, Pecel Bu Tinuk, sunset at pura uluwatu

Banyuwangi - Bali Day 3 : 23 DEC 2019 (Banyuwangi - Bali)

Hari ini diawali dengan menikmati fasilitas hotel yakni Dzakia & Ditha berenang di kolam renang hotel, rencana kami hari ini adalah perjalanan ke Bali menggunakan travel.
Berenang di Hotel Illira
Kolam Renang Illira

Kami dijemput travel jam 11.30 dan langsung berangkat ke Bali, kami naik dari penyebrangan ferry Ketapang dan jam 13.00 kita sudah diatas ferry penyebrangan, penyebrangan selama 30 menit sampai di dermaga Gilimanuk.
Ferry ke Gilimanuk - Bali
Banyuwangi dari laut
Diatas Ferry Penyebrangan

Mobil yang kami tumpangi sudah sepuh dengan AC yang dinginnya tidak sampai kebelakang, yang menikmati perjalanan ini hanya Ditha karena bisa tidur sepulas2nya walaupun beberapa kali kepalanya membentur jendela tetap saja tidak terjaga bangun.
Ditha menikmati perjalanan

Hari ini jalanan sangat padat, udah masuk liburan sekolah, jarak dari Gilimanuk ke hotel kami hanya 137 km tapi waktu tempuh bisa mencapai 9 jam, perjalanan yang melelahkan ini akhirnya diakhiri di Hotel Tusita tempat kami menginap pukul 22.00 jadi total perjalanan darat ini mencapai 10.5 jam untuk jarak tempuh 147 KM, luar biasa macetnya.

Setelah check in di hotel Tusita di jalan Kartika Plaza, kami keluar lagi untuk makan malam disebelah hotel. Jam 11 malam sudah kembali lagi ke hotel untuk beristirahat.



Banyuwangi potensi wisata alamnya sangat luar biasa, itupun kami tidak menikmati semuanya, masih ada lagi wisata ke kawah Ijen untuk melihat blue fire yang konon hanya ada 2 di dunia, disini dan di Iceland, kami tidak kesana karena membawa anak-anak dimana jam 2 pagi sudah jalan untuk mendaki keatas sekitar 2.5 km dan turun kekawah sekitar 1 km perjalanan ke kawah sangat curam, blue fire hanya bisa dilihat dibawah kawah sebelum matahari terbit, saya sendiri pernah kesana, karena kondisinya cukup ekstrim demi keselamatan anak2 jadinya kita coret dari daftar, satu lagi tempat yang patut dikunjungi adalah Alas Purwo National Park di selatan Banyuwangi, disini kondisinya seperti Baluran dengan padang Savanna dan pantainya, infonya hewan hewan yang ada jauh lebih banyak dibandingkan di Baluran, kami tidak kesini karena waktunya tidak cukup, perlu tambah 1 hari lagi untuk kesini.

Banyuwangi - Bali Day 2 : 22 Dec 2019 (Jagir Waterfall, Bansring Underwater, Baluran)

Pagi ini bangun dengan kondisi segar, bersantai di pinggir kolam renang persis dibalkon kamar hotel, namun sayang gunung ijen dan raung sebagai latar belakang tertutup awan tebal, jadi tidak terlihat dengan jelas.
Kolam Renang Hotel El Royal

Setelah sarapan dari hotel, kami langsung segera check out dan bergegas menuju spot pertama hari ini, yakni air terjun jagir di kaki gunung Ijen, driver kami ternyata ganti dengan mas Faiz, satu jam perjalanan tibalah di jagir waterfall, dimana terdapat 3 aliran air terjun, untuk mengaksesnya cukup mudah, setelah masuk dari gerbang sudah terlihat air terjunnya, tidak seperti air terjun di sekitaran puncak atau bogor yang perlu perjuangan untuk mencapainya.
Air Terjun Jagir

Air terjun jagir ini debit airnya cukup deras namun menurut kami biasa saja air terjunnya tidak secantik air terjun yang pernah kami kunjungi, areanya cukup kecil ketika kami tiba pengunjung secara kuantitas tidak terlalu banyak tapi terlihat memenuhi tiap sudut lokasi air terjun.

Disini kami tidak terlalu lama, mungkin hanya sekitar 10 menitan, anak2 dan ibunya tidak begitu antusias, nilai air terjun ini dibandingkan air terjun yang pernah kami kunjungi sekitar 5 scorenya 🙏

Dari situ kami lanjutkan ke spot berikutnya, ke Pantai Bangsring, sebenarnya pantai ini tidak termasuk dalam rencana awal, tapi karena agak kecewa dengan Jagir Waterfall dan kalaupun langsung ke Baluran masih jam 11 pagi, masih kepagian, Baluran bagusnya dikunjungi diatas jam 4 sore tapi masuknya harus sebelum jam 4 karena gerbang masuk ditutup jam 4 sore. Ke Pantai Bangsring ini rekomendasi dari driver kita, disitu kita bisa melakukan snorkling dan tidak perlu naik perahu ke tengah untuk melihat keindahan underwaternya.

Tiba di pantai Bansring jam 11.30 langsung kita sewa peralatan snorkling seharga 30 ribu sepuasnya, saya pesan 2 set untuk saya dan Dzakia. Terumbu karang dan ikan2nya lumayan beragam, dan lokasinya segaja dibuat sebagai lokasi konservasi untuk pemulihan terumbu karang, banyak rumpon2 yang ditempeli terumbu karang baru, beberapa rumpon sudah cukup besar terumbu karangnya. Sebenarnya agak ke tengah ada keramba apung dan naik perahu sekitar 200 meter dari bibir pantai, kami tidak kesana cukup bermain di pinggir pantai dan cukup puas dengan pemandangan underwaternya yang indah. Sayang tidak didokumentasikan dengan karena keenakan snorkling 😀

Setelah puas, kami pun lanjut makan siang di ayam betutu mba Timah, the best ayam betutu di Banyuwangi, 2 kali ke Banyuwangi selalu mampir di resto ini dan selalu bawa ke Jakarta versi bekunya untuk oleh2 dirumah.

Ayam betutu ini dimasak dengan 2 cara, di goreng atau di kuah, bagi penggemar pedas harus mencobanya, karena ayam betutu ini isinya cabai rawit, mungkin 1 porsi ayam betutu bisa 1-2 ons cabai rawitnya, lebay? Buktikan sendiri hehehe...
Ayam Betutu Mba Timah

Kami sempat berpikir kalau harga cabe rawit 1kg diatas 100ribu bisa mahal banget nih ayam betutu, sepertinya dugaan kami akan salah, karena banyuwangi merupakan pusat penghasil cabai rawit terbesar di Indonesia, sepanjang jalan menuju pantai Basring ataupun ke arah Baluran, perkebunan cabai rawit di kanan kiri jalan, hanya cabai rawit, tidak ada cabai lainnya, dan info dari driver tidak pernah ada gejolak harga cabai rawit di sini sehingga mau cabai rawit mahal atau murah harga tidak berubah, harga porsi makannya menurut kami lumayan murah, kami ber 5 (termasuk driver) hanya 215,000 itu udah tambahan 1 porsi ayam buat di share, karena ketagihan makan disini, malamnya pun kami kembali ke resto ini.

Setelah makan kami lanjut ke Taman Nasional Baluran, spot terakhir dan utama di perjalanan ini, dalam perjalanan sempat was was karena cuaca mendadak mendung gelap, dan turun hujan dijalan, Alhamdulilah tiba digerbang TN Baluran cuaca cerah kembali, setelah membayar tiket total 85 ribu (termasuk tiket parkir) kami pun masuk kedalam, dijalan masuknya serasa di negeri jurassic kanan kiri pohon2 kering meranggas ditambah pohon sejenis palem yang tumbuh tinggi seperti kelapa dan semak2 kering, beberapa tempat bongkahan batu hitam cukup banyak, terdapat juga lokasi dimana suasananya cukup berbeda, disini tanaman2 hijau subur tidak pernah kering lokasinya dinamakan evergreen namun mungkin hanya 300 meter saja areanya, selepasnya kembali suasana kering dengan warna coklat emas.
Jalan Masuk Ke Baluran
Jalan di Padang Savanna
Lava Rock Baluran
Padang Ilalang

Hutan Palem

Setelah menempuh kurang lebih 6km sampailah kami di padang savanna luas, dinamakan savanna bekol, disinilah kelompok berbagai macam hewan seperti burung merak, rusa, kerbau, banteng, monyet, lutung, bahkan macan tutul (rare) berkeliaran bebas mencari makan, berhubung kita tiba jam 3an, kondisi masih cukup terik dan panas, hewan2 pun belum terlihat banyak, akhirnya sambil menunggu lebih sore dengan diajak driver ke pantai Bama, pantai diujung TN Baluran, di pantai ini ombak lautnya cukup tenang dan ada mangrove walknya.
Pantai Bama
Pantai Bama
Pantai Bama

Setelah dirasa cukup, akhirnya kamipun kembali ke padang savanna, oh ya selama perjalanan dari gerbang sampai pantai Bama kami pun sempat foto2 dipinggir jalan, banyak spot menarik yang instagrammable.

Setibanya di padang Savanna, benar apa kata driver kondisi sudah mulai mendekati sunset sehingga tidak terlalu panas, dan hewan2 pun sudah pada keluar berkeliaran, pemandangannya cukup menakjubkan hamparan padang savanna dengan background gunung Baluran, berbagai macam gaya foto kita abadikan disini, sampai driver kita pun ikut2an jadi photographer, pemandangan yang didapat luar biasa menakjubkan ditambah cuaca yang cukup bersahabat, oh ya sebagai info waktu terbaik datang kesini pada saat diakhir musim panas, karena padang savanna kering berwarna keemasan, contrast dengan warna langit yang biru cerah, kami beruntung biasanya bulan Desember sudah mulai menghijau, karena kemarau yang cukup panjang, penghijauannya jadi telat 😀
Padang Savanna Baluran
Background Gunung Baluran
Sunset di Baluran
Merakh Hijau
Tanduk Banteng Baluran

Setelah puas, kami pun kembali ke hotel dengan mampir lagi di Ayam Betutu mba Timah untuk makan malam, hari ini kita bermalam di hotel Illira.
View Gunung Ijen & Raung dari hotel Illira

Rute hari ke 2


Tag : Taman Nasional Baluran, Merak Hijau, Banyuwangi, Baluran, Bangsring Underwater, Ayam Betutu mba Timah, Air Terjun Jagir

Banyuwangi - Bali Day 1 : 21 Dec 2019 (Djawatan, Teluk Ijo, Pantai Pulau Merah)

Persiapan ke Bandara

Jam 2.00 pagi kurang beberapa menit tiba tiba kamar dibuka oleh Dzakia & Ditha, entah kenapa tidak seperti biasanya mereka paling sulit dibangunkan kalau pagi lah ini alarm belum bunyi mereka malah bangun lebih dulu dari kami, mungkin sangat antusias dengan liburan ini.

Jam 3.15 kami pesan taxi online (grab) kebetulan dapat yang lagi mangkal dekat rumah, jam 3.20 pun sudah tiba di depan rumah, karena kami belum siap 100% saya minta drivernya menunggu sebentar, akhirnya jam 3.40 kami meluncur ke bandara terminal 2, penerbangan kali ini menggunakan CITILINK QG 700 boarding time 5.25 tujuan Banyuwangi, dalam perjalanan di taxol nih driver cukup jutek setiap ditanya jawabnya gak jelas dan bawa mobilnya agak kasar, apa karena menunggu agak lama? Niatnya mau kasih tambahan jadi males 😓 padahal klo dipikir2 jarang banget dapat penumpang jam 3 pagi.

Alhamdulilah tiba dengan selamat di Terminal 2 SOETTA jam 4.30, segera bergegas masuk, terjadi drama lagi, antrian masuk kedalam mengular panjang, walaupun udah web check in, was was juga karena bawa bagasi 3 tas, selagi ngantri terdengar panggilan boarding lah padahal masih 20 menit lagi waktu boardingnya, terbayang deh pengalaman ketinggalan pesawat di Kuala Lumpur dan lari2 sprint di bandara sewaktu last call ke Belitung (semua kami alami berempat hehehe).

Alhamdulilah sampai counter check in, bagasi masih bisa masuk, tapi setelah check in langsung bergegas naik padahal belum sholat subuh 😰 akhirnya terpaksa sholat subuh di dalam pesawat.

Cukup hectic pagi ini, time to fly 🛫

Tiket ke Banyuwangi
 
Onboard flight
Arrived at Banyuwangi
View Gunung Raung sebelum mendarat

Perbekalan untuk 9 hari trip
Kurang lebih 2 jam penerbangan, tibalah kita di Blimbingsari Airport - Banyuwangi

Nunggu koper sampai 30 menitan padahal we are the only flight 😀 langsung dijemput sama mas Fauzi, driver yang sudah kita booking untuk 2 hari ini di Banyuwangi lamgsung dibawa ke Sun Osing Cafe & Resto buat sarapan ringan, pesan menu spesial Banyuwangi Ayam Kesrut dan Mie Seplok, kalau dari rasa not very special.

Ayam Kesrut

Mie Seplok

Setelah sarapan lanjut kita ke De Jawatan, hutan pohon trembesi tua yang batangnya diselimuti benalu seperti lumut, kesan pertama biasa saja, namun begitu masuk kedalam view pepohonannya luar biasa, instagrammable, tempatnya masih asri tidak dicemari oleh spot2 foto yang aneh2 seperti dibeberapa kawasan hutan pinus di jogja/sentul yang sudah dicemari oleh spot foto buatan.
Hutan Trembesi D'Jawatan
Spot Pohon Mati D'Jawatan
Ayunan di D'Jawatan
Setelah puas foto2 lanjut ke Pantai teluk hijau, akses menuju kesana lumayan jauh sekitar 2 jam dari De jawatan dan menuju pantai Teluk Hijau harus menyebrang dari Pantai Rajegwesi menggunakan perahu nelayan kecil (Jukung) memutari bukit karst, perjalanan menuju ke teluk hijau sangat seru dimana harus menerjang ombak cukup besar dalam 1 perahu hanya kami ber4 ditambah 1 orang nelayannya, si kecil Dita nangis sepanjang jalan karena rasanya seperti naik kora kora di dufan 😀 ibunya Dzikir, Dzakia menikmati hehehe..
Keseruan naik Perahu Jukung
Bukit Karst yang diputari oleh kapal
setelah menerjang ombak selama 10 menit, akhirnya tiba juga di Pantai Teluk Hijau, tidak percuma usaha yang ditempuh, pantainya luar biasa bersih, pasir putih yang sangat lembut ditambah airnya yang hijau toska dengan gelombangnya yang tidak besar, bermain pasir dan foto2 dipantai ini sampai puas.
Pantai Teluk Ijo
Suasana Pantai Teluk Ijo

Waktunya kembali ke pantai Rajegwesi, was2 si kecil takut nangis lagi, perjalanan balik isi penumpang lebih banyak sekitar 8 orang dan ternyata perahu jadi lebih enak dan jauh lebih stabil tidak ada drama kora kora lagi padahal ombaknya tidak berubah bahkan makin pasang, akhirnya sampai pantai Rajegwesi tidak ada drama ketakutan lagi, semua happy 😀.

Lanjut bilas & sholat, perjalanan dilanjutkan ke pantai pulau merah dengan mampir makan siang dulu di warung nasi seadanya yang ditemui, oh ya area rajegwesi dan pulau ijo masuk ke kawasan taman nasional Meru Betiri jadi masih asri banget.

Perjalanan kurang lebih 1.5 jam dari Rajegwesi, tibalah kita di pantai pulau merah, disini kita hanya duduk2 santai dibawah tenda sambil menikmati deburan ombak dan nonton orang2 yang latihan selancar, tujuan utama disini untuk menikmati sunset yang katanya minggu ini matahari terbenam dijepit oleh 2 pulau, nah ini yang mau kita saksikan.
Sunset di di Pantai Pulau Merah
Sunset di Pantai Pulau Merah
Jam 17.30 tibalah saatnya matahari tenggelam secara perlahan, dan Alhamdulilah cuaca cerah dan bersahabat, proses tenggelamnya sangat jelas terlihat dan diapit oleh 2 pulau sampai benar2 tenggelam di samudera hindia, Subhanallah luar biasa pemandangannya baru kali ini melihat matahari terbenam hilang dilautan dengan diapit oleh 2 pulau.
Sunset menakjubkan diapit 2 pulau

Setelah matahari terbenam kami lanjut ke hotel untuk check ini, hari pertama ini kami menginap di El Royal, sebelum sampai hotel kami makan malam di Sego Tempong Mba Har, yang spesial di resto ini adalah sambal Tempongnya yakni sambal tomat dimana tomatnya tomat keriting khas banyuwangi dengan lauk bermacam2 seperti ayam kampung, cumi, udang, jeroan sapi, dll bagi penyuka sambal dijamin akan ketagihan, diet nasi pun lepas karena harus dengan nasi supaya lebih nikmat.
Sego Tempong Mbak Har
Setelah kenyang lanjut ke El Royal, Alhamdulilah jam 21.30 tiba di El Royal, maka trip pun berakhir hari ini disini, time to sleep & recovery for tomorrow adventure.
Hotel El Royal Banyuwangi
Perjalanan hari ini


Tag : Banyuwangi, Djawatan, jawatan, pantai teluk ijo, green bay beach, pantai pulau merah, sego tumpeng mba Har