Persiapan ke Bandara
Jam 2.00 pagi kurang beberapa menit tiba tiba kamar dibuka oleh Dzakia & Ditha, entah kenapa tidak seperti biasanya mereka paling sulit dibangunkan kalau pagi lah ini alarm belum bunyi mereka malah bangun lebih dulu dari kami, mungkin sangat antusias dengan liburan ini.
Jam 3.15 kami pesan taxi online (grab) kebetulan dapat yang lagi mangkal dekat rumah, jam 3.20 pun sudah tiba di depan rumah, karena kami belum siap 100% saya minta drivernya menunggu sebentar, akhirnya jam 3.40 kami meluncur ke bandara terminal 2, penerbangan kali ini menggunakan CITILINK QG 700 boarding time 5.25 tujuan Banyuwangi, dalam perjalanan di taxol nih driver cukup jutek setiap ditanya jawabnya gak jelas dan bawa mobilnya agak kasar, apa karena menunggu agak lama? Niatnya mau kasih tambahan jadi males 😓 padahal klo dipikir2 jarang banget dapat penumpang jam 3 pagi.
Alhamdulilah tiba dengan selamat di Terminal 2 SOETTA jam 4.30, segera bergegas masuk, terjadi drama lagi, antrian masuk kedalam mengular panjang, walaupun udah web check in, was was juga karena bawa bagasi 3 tas, selagi ngantri terdengar panggilan boarding lah padahal masih 20 menit lagi waktu boardingnya, terbayang deh pengalaman ketinggalan pesawat di Kuala Lumpur dan lari2 sprint di bandara sewaktu last call ke Belitung (semua kami alami berempat hehehe).
Alhamdulilah sampai counter check in, bagasi masih bisa masuk, tapi setelah check in langsung bergegas naik padahal belum sholat subuh 😰 akhirnya terpaksa sholat subuh di dalam pesawat.
Cukup hectic pagi ini, time to fly 🛫
 |
| Tiket ke Banyuwangi |
 |
| Onboard flight |
 |
| Arrived at Banyuwangi |
 |
| View Gunung Raung sebelum mendarat |
 |
| Perbekalan untuk 9 hari trip |
Kurang lebih 2 jam penerbangan, tibalah kita di Blimbingsari Airport - Banyuwangi
Nunggu koper sampai 30 menitan padahal we are the only flight 😀 langsung dijemput sama mas Fauzi, driver yang sudah kita booking untuk 2 hari ini di Banyuwangi lamgsung dibawa ke Sun Osing Cafe & Resto buat sarapan ringan, pesan menu spesial Banyuwangi Ayam Kesrut dan Mie Seplok, kalau dari rasa not very special.
 |
| Ayam Kesrut |
 |
| Mie Seplok |
Setelah sarapan lanjut kita ke De Jawatan, hutan pohon trembesi tua yang batangnya diselimuti benalu seperti lumut, kesan pertama biasa saja, namun begitu masuk kedalam view pepohonannya luar biasa, instagrammable, tempatnya masih asri tidak dicemari oleh spot2 foto yang aneh2 seperti dibeberapa kawasan hutan pinus di jogja/sentul yang sudah dicemari oleh spot foto buatan.
 |
| Hutan Trembesi D'Jawatan |
 |
| Spot Pohon Mati D'Jawatan |
 |
| Ayunan di D'Jawatan |
Setelah puas foto2 lanjut ke Pantai teluk hijau, akses menuju kesana lumayan jauh sekitar 2 jam dari De jawatan dan menuju pantai Teluk Hijau harus menyebrang dari Pantai Rajegwesi menggunakan perahu nelayan kecil (Jukung) memutari bukit karst, perjalanan menuju ke teluk hijau sangat seru dimana harus menerjang ombak cukup besar dalam 1 perahu hanya kami ber4 ditambah 1 orang nelayannya, si kecil Dita nangis sepanjang jalan karena rasanya seperti naik kora kora di dufan 😀 ibunya Dzikir, Dzakia menikmati hehehe..
 |
| Keseruan naik Perahu Jukung |
 |
| Bukit Karst yang diputari oleh kapal |
setelah menerjang ombak selama 10 menit, akhirnya tiba juga di Pantai Teluk Hijau, tidak percuma usaha yang ditempuh, pantainya luar biasa bersih, pasir putih yang sangat lembut ditambah airnya yang hijau toska dengan gelombangnya yang tidak besar, bermain pasir dan foto2 dipantai ini sampai puas.
 |
| Pantai Teluk Ijo |
 |
| Suasana Pantai Teluk Ijo |
Waktunya kembali ke pantai Rajegwesi, was2 si kecil takut nangis lagi, perjalanan balik isi penumpang lebih banyak sekitar 8 orang dan ternyata perahu jadi lebih enak dan jauh lebih stabil tidak ada drama kora kora lagi padahal ombaknya tidak berubah bahkan makin pasang, akhirnya sampai pantai Rajegwesi tidak ada drama ketakutan lagi, semua happy 😀.
Lanjut bilas & sholat, perjalanan dilanjutkan ke pantai pulau merah dengan mampir makan siang dulu di warung nasi seadanya yang ditemui, oh ya area rajegwesi dan pulau ijo masuk ke kawasan taman nasional Meru Betiri jadi masih asri banget.
Perjalanan kurang lebih 1.5 jam dari Rajegwesi, tibalah kita di pantai pulau merah, disini kita hanya duduk2 santai dibawah tenda sambil menikmati deburan ombak dan nonton orang2 yang latihan selancar, tujuan utama disini untuk menikmati sunset yang katanya minggu ini matahari terbenam dijepit oleh 2 pulau, nah ini yang mau kita saksikan.
 |
| Sunset di di Pantai Pulau Merah |
 |
| Sunset di Pantai Pulau Merah |
Jam 17.30 tibalah saatnya matahari tenggelam secara perlahan, dan Alhamdulilah cuaca cerah dan bersahabat, proses tenggelamnya sangat jelas terlihat dan diapit oleh 2 pulau sampai benar2 tenggelam di samudera hindia, Subhanallah luar biasa pemandangannya baru kali ini melihat matahari terbenam hilang dilautan dengan diapit oleh 2 pulau.
 |
| Sunset menakjubkan diapit 2 pulau |
Setelah matahari terbenam kami lanjut ke hotel untuk check ini, hari pertama ini kami menginap di El Royal, sebelum sampai hotel kami makan malam di Sego Tempong Mba Har, yang spesial di resto ini adalah sambal Tempongnya yakni sambal tomat dimana tomatnya tomat keriting khas banyuwangi dengan lauk bermacam2 seperti ayam kampung, cumi, udang, jeroan sapi, dll bagi penyuka sambal dijamin akan ketagihan, diet nasi pun lepas karena harus dengan nasi supaya lebih nikmat.
 |
| Sego Tempong Mbak Har |
Setelah kenyang lanjut ke El Royal, Alhamdulilah jam 21.30 tiba di El Royal, maka trip pun berakhir hari ini disini, time to sleep & recovery for tomorrow adventure.
 |
| Hotel El Royal Banyuwangi |
 |
| Perjalanan hari ini |
Tag : Banyuwangi, Djawatan, jawatan, pantai teluk ijo, green bay beach, pantai pulau merah, sego tumpeng mba Har
No comments:
Post a Comment